Prolog
Kalau kita ditanya mau gak jadi kaya? dengan semangat berkobar kita bakal jawab "iya mau lah!". Tapi apakah selama ini kita udah tau ilmu yang dipelajari oleh kebanyakan orang kaya? yup, jawabannya ya belum tentu. Penasaran seperti apa ilmu yang aku dapatkan dari buku ini? yuk kita bahas!
__
Pada awal bab buku ini, Robert Kiyosaki bercerita ketika ia masih berumur 9 tahun tentang dua orang ayah yang mempunyai dua pemikiran yang jauh berbeda yang selanjutnya ia menyebut sebagai ayah miskin yaitu ayahnya sendiri dan ayah kaya yaitu ayah dari temannya yang bernama Mike. Tentu nya bukan tanpa alasan, ia menyebut begitu karena meskipun ayah kandungnya berhasil mempunyai pendidikan tinggi dengan gelar P.h.D namun sering kali ketika Robert Kiyosaki bertanya tentang bagaimana cara nya agar ia bisa membeli barang yang ia inginkan ataupun bertanya bagaimana agar bisa menjadi kaya, sang ayah miskin menjawab "saya tidak mampu membeli nya" dan "sekolahlah dengan baik, kamu akan mendapatkannya nanti" sementara ayah kaya (Ayah Mike) melarang penggunaan kata itu. Dia menekankan agar Robert Kiyosaki bertanya "Bagaimana saya bisa membelinya?".
Kedua ayah nya itu sukses dalam karier mereka dan memperoleh penghasilan besar, namun ayah kandung nya selalu berjuang secara finansial. Secara gambaran umum, buku ini bercerita tentang perjalanan Robert Kiyosaki tumbuh dan belajar memahami pemikiran orang kaya. banyak sekali cerita menarik yang bisa kita baca berdasarkan pengalaman Robert Kiyosaki bersama temannya Mike dalam buku ini.
Punya dua ayah memberi saya pilihan untuk mengontraskan dua sudut pandang: sudut pandang orang kaya dan sudut pandang orang miskin.
Buku yang sudah terjual lebih dari 32 juta kopi ini selain mengajak kita mengubah pola pikir tentang keuangan, sang penulis juga mengajak kita untuk berinvestasi agar mendapatkan pemasukan pasif (passive income) sehingga bukan kita yang bekerja untuk uang tapi uang yang bekerja untuk kita.
Orang kaya membangun aset. Orang miskin dan kelas menengah membangun liabilitas, tapi mereka mengira itu aset.
Kamu akan menjadi miskin jika kamu berhenti berusaha. Hal yang paling penting adalah kamu telah melakukan sesuatu. Kebanyakan orang hanya bicara dan bermimpi untuk menjadi kaya. Kamu telah melakukan sesuatu.
Selama pengalaman menjadi guru, Robert Kiyosaki memahami bahwa kebanyakan muridnya mengalami masalah yaitu ketakutan dan keraguan yang membuat mengurangi kegeniusan muridnya.
Di kelas, saya sangat mendorong murid-murid saya untuk belajar mengambil risiko, bersikap berani, dan membiarkan kegeniusan mereka mereka mengubah ketakutan itu menjadi kekuatan.
Seringkali di dunia nyata, bukan orang yang pintar yang unggul, tapi orang yang berani.
___
Kesimpulan/Conclusion
Sebagai seorang mahasiswa, menurutku buku ini wajib dibaca oleh mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan ekonomi, akuntansi, dosen orang tua dan siapapun yang ingin melek tentang keuangan. Kenapa? Meskipun di tulis pada tahun 1997 lalu, buku ini mampu membuktikan bahwa buku yang membahas keuangan sering kali di identikkan dibaca oleh orang yang mempunyai atau sedang menjalani pendidikan ekonomi tidak lah tepat.
Apapun latar belakang pendidikan atau pekerjaan kita, sebaiknya kita memahami perbedaan aset dan liabilitas serta mengerti bagaimana cara orang kaya mengelola uang agar uang bekerja untuk mereka dan aku yakin sebagian besar isi buku ini tidak diajarkan di sekolah. Sekian dulu review buku ini, kalau menurut kamu review ini menambah wawasan kamu, boleh bantu share ya. Cheers!
*Disclaimer : Buku yang penulis beli merupakan buku original dan seluruh tulisan artikel ini merupakan opini pribadi.

