Postingan ini merupakan lanjutan dari artikel yang pernah aku buat beberapa hari yang lalu. Bisa kamu baca di sini "Ilmu berharga yang aku dapatkan ketika berorganisasi (Bagian 1)"
Selain dari pengalaman, tulisan yang aku buat ini juga berdasarkan referensi beberapa artikel dan buku psikologi dan leadership yang telah aku baca. Selamat membaca!
__
Dengarkan pendapat maupun kritikan
![]() |
Terlepas dari macam-macam gaya kepemimpinan yang berbeda, sebagai seorang pemimpin kamu harus terus belajar. Entah itu belajar tentang ilmu kepemimpinan, manajemen organisasi, dll. Supaya memahami perbedaan mental dan cara pola pikir masing-masing anggota kamu. Selain itu, juga supaya kamu memiliki pandangan yang luas dan berwawasan (lebih visioner). Kamu bisa belajar dengan sesama anggota maupun dengan orang lain di luar organisasi kamu, youtube, buku dan lain sebagainya.
Ajari skill yang kamu kuasai
Tak kalah penting, ilmu atau skill yang telah/pernah kamu pelajari sebaiknya kamu ajarkan kepada anggota organisasi kamu. Skill yang kamu kuasai di luar kategori organisasi? gak masalah. Selama itu bermanfaat kenapa enggak. Ilmu yang kamu ajarkan enggak bakal berkurang kok. Malahan kamu akan lebih menguasai ilmu tersebut. Misalnya kamu memiliki jabatan sebagai bendahara tapi kamu bisa desain grafis, ajarkan anggota mu tentang cara membuat desain banner, membuat poster dll. Itu akan jauh lebih baik ketimbang kamu gak ajarkan kemampuan kamu sama sekali. Tentu nya kamu gak perlu maksa. Kamu ajari aja yang mau. Karena bukan gak mungkin suatu saat nanti bisa jadi ilmu/skill yang kamu ajarkan berguna untuk anggota kamu.
Berikan reward
Memberikan reward bukan berarti harus berupa uang ataupun hadiah. Jika tidak memungkinkan, kamu pun bisa memberikan reward berupa pujian. Sederhana memang, tapi sangat berdampak positif. Bukan hanya ke anggota, sesama rekan pengurus organisasi pun kamu perlu memberikan apresiasi.
Selain mereka akan merasa bahagia, mereka juga akan menjadi lebih produktif dan bisa menjadi lebih loyal. Tentu nya ini juga sangat baik untuk meningkatkan reputasi organisasi yang kita pimpin. Ingat, keberhasilan organisasi bukan hanya karena usaha kamu, tapi juga kerja keras anggota.
Lebih baik berkolaborasi daripada berkompetisi
Seringkali orang menganggap bahwa organisasi harus saling berkompetisi. Mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Tidaklah sepenuhnya salah, tapi terkadang ada beberapa hal dan moment tertentu kita harus kolaborasi dengan organisasi lain untuk mencapai kepentingan dan kebaikan bersama. Sekarang Era nya Kolaborasi, bukan lagi berkompetisi.
Jangan selalu perlihatkan kebingungan kepada anggota
Nah kali ini penting banget dan jarang di sadari oleh banyak pengurus organisasi. Maka nya poin ini terakhir aku jelaskan, dalam artian berarti kamu termasuk yang beruntung baca artikel ini. Bayangkan ketika kamu dalam sebuah penerbangan dan kamu melihat pilot serta pramugari panik ketika menghadapi turbulensi. Apa yang terjadi? meskipun tubulensi hal yang normal terjadi dalam dunia penerbangan, tentu nya kamu dan penumpang lainnya juga akan panik.
Hal ini juga terjadi ketika kamu sebagai pemimpin organisasi memperlihatkan kebingungan. Apa yang sebaiknya kamu lakukan? saat masalah terjadi, tunjukkan sikap tenang dan sabar. Seberat apapun tekanan yang dirasakan oleh seorang pemimpin, ketenangan harus terus dikedepankan, karena dengan sikap tenang pemimpin ini, seluruh anggota tim akan merasa terjamin.
Selain itu, kamu sebagai seorang pemimpin gak boleh bersikap ragu, atau mengeluarkan asumsi-asumsi yang justru akan meresahkan anggota. Sebab anggota sangat membutuhkan energi positif dari kamu sebagai seorang pemimpin.
___
Gunakan lah kesempatan saat menjadi pengurus dengan sebaik mungkin. Jalankan visi dan misi organisasi, arahkan anggota, dan capai target. Karena apa? mungkin hari ini kamu merasa terbebani dengan jabatan kepengurusan tapi percayalah suatu hari nanti kamu akan menyesal kalau kamu gak manfaatin dengan baik apa yang telah di amanahkan hari ini. Meskipun mungkin saat ini kamu merasa gagal, tapi jangan pernah menyerah. Aku pun tak pernah menganggap bahwa usaha yang aku lakukan gagal, justru aku belajar banyak hal dari semua yang telah aku lalui selama menjadi anggota dan pengurus organisasi baik itu organisasi kampus maupun di luar kampus. Semoga kamu suka dengan artikel yang bermanfaat ini, aku berharap kamu menjadi pemimpin yang lebih baik lagi daripada sebelum membaca artikel ini. Selamat berproses!
Aku sangat berterima kasih kepada Bang Saputra (Presma BEM POLBENG 2018), bang Alwi (Wapresma BEM POLBENG 2018) dan rekan-rekan seperjuangan BEM POLBENG 2018 yang tidak bisa saya sebutkan semua nya satu persatu yang telah mempertimbangkan dan mempercayai saya sebagai teman perjuangan kalian. Berawal dari sana lah saya belajar dan mulai tertarik dengan kepemimpinan.
Terima kasih kepada Bang Kazar selaku pengurus Organisasi Ruang Gerak (Organisasi yang menaungi Komunitas Forum Muda Berani).
Terima kasih dengan segala hormat kepada rekan-rekan Komunitas Forum Muda Berani yang sebelumnya aku belum pernah sama sekali mendapatkan pengalaman yang luar biasa bersama kalian.
Credit image: freepik, pexel, pixabay






.jpg)